Pulau Tanakeke: Semangat Kebangsaan dalam Segenggam Ilmu Melalui Lopi Literasi
Program Lopi Literasi yang berlangsung dari Juni hingga November 2024 di Pulau Tanakeke adalah wujud nyata pengabdian Tim Penjelajah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Makassar dalam menanamkan semangat kebangsaan melalui pendidikan. Dengan beragam kegiatan seperti literasi, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kreativitas pengelolaan sampah, kewirausahaan muda, dan pelatihan kepemimpinan, program ini berhasil membangkitkan semangat belajar anak-anak, meski harus menghadapi tantangan geografis. Antusiasme anak-anak dan keramahan masyarakat Pulau Tanakeke menjadi bukti kuat bahwa gotong royong dan pendidikan mampu menciptakan perubahan positif, sekaligus menginspirasi untuk terus memperjuangkan hak belajar bagi generasi penerus bangsa di seluruh pelosok negeri.

Makassar, 29/11/2024 - Di tengah hamparan biru laut dan keindahan alam yang menenangkan, Pulau Tanakeke menjadi saksi sebuah gerakan inspiratif. Tim Penjelajah Ilmiah dari Universitas Muhammadiyah Makassar hadir dengan misi mulia melalui program Lopi Literasi. Program ini bukan sekadar pengabdian, tetapi juga upaya nyata menumbuhkan semangat kebangsaan di hati anak-anak generasi penerus bangsa.
Nama Lopi Literasi mengandung filosofi yang dalam. Lopi, berarti kapal, mencerminkan identitas maritim wilayah ini, sementara Literasi menggambarkan proses membaca dalam makna luas tidak hanya membaca buku, tetapi juga memahami karakter, lingkungan, dan kehidupan. Melalui konsep ini, Lopi Literasi hadir sebagai jembatan yang menghubungkan tradisi lokal dengan semangat belajar modern.
Program ini berlangsung mulai Juni hingga November 2024, dilakukan secara rutin setiap bulan oleh Tim Penjelajah Ilmiah. Kegiatan ini melibatkan anak-anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka diberikan pembelajaran yang variatif dan menarik, mulai dari membaca, menghitung, dan mewarnai hingga materi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kreativitas dalam pengelolaan sampah, kewirausahaan muda, dan pelatihan kepemimpinan.
Antusiasme anak-anak Pulau Tanakeke menjadi sorotan utama program ini. Meski harus menyeberangi lautan setiap pagi untuk bersekolah di pulau seberang, mereka tetap teguh dalam menggenggam ilmu. Wajah-wajah kecil itu memancarkan tekad dan kebahagiaan yang menginspirasi, menikmati setiap aktivitas yang dirancang oleh tim.
Tidak hanya semangat belajar anak-anak, keramahan masyarakat Pulau Tanakeke juga meninggalkan kesan mendalam. Meskipun sebagian besar dari mereka pernah hidup tanpa pendidikan formal, warga menyambut kehadiran Tim Penjelajah Ilmiah dengan kehangatan dan penuh hormat. Kehadiran tim di pulau ini diperlakukan layaknya raja dan ratu, menunjukkan betapa tingginya nilai gotong royong dan persaudaraan yang masih terjaga di Tanakeke.
Keindahan alam Pulau Tanakeke turut memperkaya pengalaman ini. Langit senja yang memancarkan warna jingga menyapa dengan senyuman, seakan merestui setiap langkah kecil dalam menciptakan perubahan besar. Alam dan manusia di Tanakeke berpadu harmonis, memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kearifan lokal sambil tetap maju dalam pendidikan.
Melalui Lopi Literasi, kita diingatkan bahwa pendidikan adalah hak semua anak bangsa, di mana pun mereka berada. Anak-anak Pulau Tanakeke adalah potret sejati semangat kebangsaan yang hidup teguh, gigih, dan penuh harapan. Program ini tidak hanya membangun masa depan mereka, tetapi juga menyemai inspirasi bagi seluruh negeri. Merdeka belajar, merdeka berkarya!