MIN 1 Kota Mataram Raih Juara Harapan II Lomba Tari. Dalam Rangka Hari HMPS PGSD Universitas Negri Mataram

Anak-anak dari MIN 1 Kota Mataram berhasil meraih Juara Harapan II dalam lomba tari tingkat SD dan MI se-Kabupaten Lombok Barat, yang diselenggarakan dalam rangka Hari HMPS PGSD Universitas Mataram. Mereka membawakan Tari Kipas dari Gowa, Sulawesi Selatan, dengan penampilan yang memukau meskipun berasal dari Lombok. Lima siswa yang terlibat dalam lomba ini adalah Safa Satya Shahreen, Nadya Nur Inaya, Mikhaela Khanza Azzahra, Yumna Wajida Zahira, dan Jihan Saptiana Putri. Keberhasilan mereka menunjukkan hasil kerja keras dalam mempelajari dan menampilkan tarian daerah lain, serta memperkuat rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia.

MIN 1 Kota Mataram Raih Juara Harapan II Lomba Tari. Dalam Rangka Hari HMPS PGSD Universitas  Negri Mataram
gambar menanpilkan tarian kipas

Oleh Salmawati

Tim tari dari MIN 1 Kota Mataram berhasil meraih Juara Harapan II dalam lomba tari tingkat SD dan MI se-Kabupaten Lombok Barat, yang diadakan dalam rangka memperingati Hari HMPS PGSD Universitas Mataram. Acara ini menjadi ajang bagi siswa-siswi untuk menunjukkan bakat mereka di bidang seni tari, sekaligus merayakan Hari Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Lomba ini semakin mempertegas peran seni dalam pendidikan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kreativitas mereka.

Lomba ini diikuti oleh berbagai sekolah dasar dan madrasah se-Kabupaten Lombok Barat, dan menjadi momen penting bagi MIN 1 Kota Mataram yang kembali menunjukkan prestasi luar biasa. Dalam kesempatan ini, lima siswa berbakat dari MIN 1 Kota Mataram, yaitu Safa Satya Shahreen (kelas 6C), Nadya Nur Inaya (kelas 6C), Mikhaela Khanza Azzahra (kelas 5A), Yumna Wajida Zahira (kelas 5A), dan Jihan Saptiana Putri (kelas 4A), berhasil memukau juri dan penonton dengan penampilan yang luar biasa.

Mereka membawakan Tari Kipas, sebuah tarian tradisional yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini menceritakan keindahan budaya dan keharmonisan masyarakat Gowa melalui gerakan gemulai yang elegan. Meskipun berasal dari Lombok, mereka mampu menyampaikan keindahan budaya Gowa dengan sangat baik, mengesankan juri dan penonton yang hadir. Ini membuktikan bahwa seni dan budaya Indonesia memang milik bersama, tanpa terikat oleh batasan daerah.

Menurut guru pendamping, tantangan yang dihadapi oleh para siswa cukup besar karena tarian yang mereka bawakan bukan berasal dari budaya lokal mereka. “Tari Kipas ini berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan, jadi kami harus memastikan bahwa anak-anak memahami dan mengekspresikan gerakan dengan tepat. Meskipun tantangannya besar, mereka bekerja keras dan berhasil menampilkan tarian dengan sangat baik,” ujar guru pendamping.

Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan anak-anak dalam menari, tetapi juga bagaimana mereka bisa belajar dan menghargai budaya dari luar daerah mereka. Hal ini juga mencerminkan pentingnya pendidikan seni dalam memperkaya wawasan budaya siswa. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga dalam dunia seni, tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Kepala MIN 1 Kota Mataram Henny Marlina. S.pd.I : menyatakan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh tim tari tersebut. "Mereka berhasil membawakan tarian dari luar daerah mereka dengan sangat baik. Ini adalah bukti bahwa kebudayaan Indonesia, meskipun berasal dari berbagai daerah, tetap menjadi bagian dari identitas kita semua. Seni budaya harus terus dilestarikan dan dibanggakan," ujar kepala sekolah dengan penuh kebanggaan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh peran serta orang tua siswa yang sangat mendukung latihan dan persiapan anak-anak mereka. Orang tua yang memberikan dukungan penuh selama proses latihan sangat berperan penting dalam kesuksesan ini. Selain itu, kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat turut memperkuat semangat anak-anak untuk berprestasi.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk lebih aktif berkarya dalam bidang seni dan budaya. Lomba seperti ini memberikan peluang bagi siswa untuk mengeksplorasi bakat mereka dan mengenal lebih jauh tentang kebudayaan daerah lain di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, acara ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Dengan pencapaian ini, MIN 1 Kota Mataram semakin mempertegas komitmennya dalam mendidik generasi yang tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga kaya akan pengetahuan budaya. Keberhasilan tim tari ini diharapkan menjadi dorongan bagi lebih banyak siswa untuk aktif dalam kegiatan seni, sekaligus meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya yang ada di Indonesia.